MOVING FORWARD
Tanpa terasa kuartal pertama tahun ini sudah kita lewati. Apa saja yang sudah terjadi selama 4 bulan kemarin? Apakah visi yang Tuhan taruh dalam hati kita di tahun ini sudah tercapai? Atau paling tidak, apakah kita masih/sedang bergerak maju menuju visi tersebut?
Di antara banyak tantangan dan rintangan yang pasti kita hadapi, kita tidak boleh berhenti atau bahkan mundur, karena tanah perjanjian menanti kita, sama seperti perjalanan Bangsa Israel di dalam Firman Tuhan di Ulangan 1:3-15:
“Pada tanggal satu bulan sebelas tahun keempat puluh berbicaralah Musa kepada orang Israel sesuai dengan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya demi mereka, setelah ia memukul kalah Sihon, raja orang Amori, yang diam di Hesybon, dan Og, raja negeri Basan, yang diam di Asytarot, dekat Edrei. Di seberang sungai Yordan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya: "TUHAN, Allah kita, telah berfirman kepada kita di Horeb, demikian: Telah cukup lama kamu tinggal di gunung ini. Majulah, berangkatlah, pergilah ke pegunungan orang Amori dan kepada semua tetangga mereka di Araba-Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit, di Tanah Negeb dan di tepi pantai laut, yakni negeri orang Kanaan, dan ke gunung Libanon sampai Efrat, sungai besar itu. Ketahuilah, Aku telah menyerahkan negeri itu kepadamu; masukilah, dudukilah negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka dan kepada keturunannya." "Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. TUHAN, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu. Lalu kamu menjawab aku: Memang baik apa yang kauanjurkan untuk dilakukan itu. Kemudian aku mengambil kepala-kepala sukumu, yakni orang-orang yang bijaksana dan berpengalaman, lalu aku mengangkat mereka menjadi pemimpin atas kamu, yakni sebagai kepala pasukan seribu, kepala pasukan seratus, kepala pasukan lima puluh dan kepala pasukan sepuluh dan sebagai pengatur pasukan bagi suku-sukumu.”
|
|
VICTORY
Pertama, Tuhan Yesus lolos dari rencana pembunuhan yang dilakukan oleh raja Herodes terhadap diriNya ketika ia lahir, sehingga anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah pun dibunuh. Ia berhasil menang terhadap rancangan manusia.
|
Saat Teduh Mei 2013
Total Kunjungan






![]() | Hari ini | 459 |
![]() | Kemarin | 650 |
![]() | Minggu Ini | 1109 |
![]() | Bulan Ini | 13855 |
![]() | Total | 419541 |











Syalom!
Rasul Yohanes menuliskan eskpresi kemenangan (victory) dari Yesus di atas kayu salib. Yohanes menerangkan bahwa, “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya,”(Yohanes 19:30). Luar biasa. Kalimat "SUDAH SELESAI," adalah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Yesus sebelum Ia menyerahkan nyawa-Nya, sebagai tanda KEMENANGAN. Selama Yesus hidup dalam dunia, kemenangan harus diraih melalui tiga tahap.









