Sesuatu yang baru bersama Allah
Syalom!
Saya mengucapkan 'Selamat memasuki Tahun Baru 2013,' kepada saudarku dan saudariku dalam Tuhan Yesus Kristus. A New Beginning adalah thema bulan ini bagi kita untuk memasuki tahun 2013. A New Beginning telah datang kepada kita. Tapi, bagaimana caranya agar kita mengalaminya? Kita harus memulai hari yang baru kita dengan mendahulukan Allah dan FirmanNya. Karena Allah yang kita sembah adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Akhir dan Yang Mahakuasa. Janganlah kita memulai segala sesuatu dengan dan kekuatan kita, tapi dengan kekuatan Allah. Sebab dikatakan, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: 'Jadilah terang.' Lalu terang itu jadi,” (Kej. 1:1-3).
A New Beginning
Hal tersebut bisa terjadi dengan dasar firman Tuhan didalam Kisah Para Rasul 17:26–28 “Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.”
|
Pahamilah Natal yang sesungguhnya
Dalam artikel ini, pertama, saya mau menjelaskan sedikit tentang latar belakang historis perayaan Natal dan kedua, tentang makna Natal bagi kita dimasa kini. Latar Belakang Historis Perayaan Natal Ada tiga sumber asalnya perayaan Natal yang kemudian dipersatukan dalam perayaan Natal yang kini umum di seluruh dunia: |
Saat Teduh Mei 2013
Total Kunjungan






![]() | Hari ini | 54 |
![]() | Kemarin | 687 |
![]() | Minggu Ini | 2071 |
![]() | Bulan Ini | 14817 |
![]() | Total | 420503 |













Salam Kebangkitan dan Kemenangan,
Dalam kita merayakan suatu peristiwa yang mulia, yaitu kelahiran Yesus, di mana Allah telah menjadi manusia, kadang-kadang kita diperhadapkan dengan tuduhan bahwa Natal adalah perayaan kafir. Apakah hal itu benar dan apakah kita harus meniadakan perayaan Natal dan pohon terang dan hal-hal lain berkaitan dengan Natal itu?









