Work & Marketplace

7 kiat mempermudah pekerjaan karyawan

Ketika karyawan mengeluhkan kesulitan-kesulitannya dalam menjalankan tugas, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Bisa jadi, kesulitan muncul dari kurang jelasnya pendelegasian tugas dari Anda sebagai atasan, atau kesalahpahaman akibat kurang lancarnya komunikasi. Apa pun keluhan yang disampaikannya, permudah pekerjaan karyawan Anda,tanpa berarti mengurangi porsi pekerjaan atau tanggung jawabnya.Atasan seharusnya memudahkan karyawan menjalankan tugas-tugasnya. Ia juga sebaiknya bersedia membantu para karyawan berkembang dan mendorong kemampuan terbaik mereka. Hal ini bisa dicapai dengan berhenti bersikap sebagai atasan yang sulit, misalnya sebagai Manajer Penjualan, Anda langsung mempromosikan agen penjualan yang berhasil mencapai target dengan hasil terbaik dan melepas dia untuk bekerja sendiri dalam tanggung jawabnya yang baru tanpa mempertimbangkan atau melatih kemampuan lainnya pada diri si agen itu.

 

Kiat Jitu Bekerja Sama dengan Baik dengan Atasan

Tidak semua orang suka bekerja dengan atasan langsung. Namun, suka atau tidak suka, Anda tetap berhadapan dengan atasan setiap hari, bahkan mungkin sebagian besar waktu Anda setiap harinya berurusan dengan atasan yang Anda tidak suka itu. Karena itu, daripada emosi Anda menjadi jengkel, kesal, dan sulit bekerja sama dengan atasan, lebih baik Anda ubah saja pola pikir dan tindakan Anda demi berusaha lebih bersahabat dengan atasan.

Artikel ini menyajikan beberapa kiat praktis agar Anda bisa lebih kooperatif dalam bekerja bersama atasan, dengan hati yang damai dan bersukacita tanpa paksaan.

1. Amati mood atasan dan sesuaikan diri Anda

Bila atasan sedang emosional atau berada dalam situasi tertekan, jangan terlalu banyak berkomunikasi dulu. Berhentilah sejenak “mengganggunya”. Jangan protes atau mengeluh atau bahkan mengusulkan ide apapun dalam situasi yang tidak memungkinkan, apalagi curhat demi minta naik gaji.

2. Bantu kelola waktu dan prioritas atasan

Setiap pagi, ingatkan atasan Anda tentang berbagai hal-hal penting dan tugas-tugas hari itu. Usulkan jam berapa sebaiknya rapat atau bertemu dengan siapa dan untuk urusan apa. Dengan menolong atasan mengingatkan dan mengelola waktu atasan, Anda sendiri pun menyelaraskan berbagai prioritas Anda pada hari tersebut

 

8 kiat praktis menghemat biaya operasional perusahaan

Di tengah lesunya perekonomian global, efektivitas dan efisiensi biaya operasional menjadi topik panas di kalangan semua pelaku usaha. Semua pemimpin “dipaksa” berpikir bagaimana cara untuk tetap mempertahankan keuntungan dan sekaligus menekan biaya operasional. Namun dalam praktiknya, banyak pemimpin perusahaan melakukan cara yang salah untuk menjalankan efisiensi demi pengurangan biaya operasional perusahaan, misalnya:

a. Seragam pekerja yang tadinya dibagikan sebanyak dua kali setiap tahun sekarang dikurangi menjadi satu kali setiap tahun.

b. Kertas dipakai bolak-balik supaya irit.

c. Jam 17.00 AC kantor dimatikan, sehingga pekerja yang lembur terpaksa bekerja sambil kepanasan atau terserang gigitan nyamuk akibat membuka jendela.

d. Makanan pekerja di kantin dikurangi kualitasnya demi menghemat biayanya.

 

12 Langkah Mudah Membangun Diri dan Karier

Tahun 2017 sudah datang. Mengawali tahun baru yang penuh harapan ini, apa rencana terbaik Anda untuk sepanjang tahun? Dalam hal pengembangan diri dan pengembangan karier, Anda sebenarnya bisa berkembang dengan cara yang berbeda, yaitu dengan melakukan 12 langkah mudah (dalam istilah bahasa Inggris: “baby steps”) yang berbeda untuk setiap bulannya di sepanjang tahun 2017. Dengan cara ini, Anda tidak perlu terlalu memaksakan diri meraih berbagai target yang tidak realistis dan terlalu muluk-muluk, tetapi pasti berhasil mengalami perubahan nyata dalam waktu setahun. Berikut adalah panduannya: 

 

Kiat mengelola kekecewaan terkait pekerjaan

Bisa dikatakan, hampir setiap orang di dunia kerja pasti mengalami kekecewaan. Tiga alasan kekecewaan yang paling sering menghinggapi para pekerja, diurutkan berdasarkan seberapa sering terjadinya, adalah: kecewa pada atasan langsung, kecewa pada lingkungan kerja atau rekan kerja, dan kecewa dengan tidak sebandingnya beban kerja dengan gaji. Memang, pekerjaan di tempat yang menyenangkan, yang dikelola dengan manajemen profesional, dengan orang-orang di dalamnya yang gampang bergaul, atasan yang penuh pengertian, gaji besar, fasilitas kerja lengkap, insentif dan komisi menggiurkan, serta tantangan kerja yang tidak terlalu sulit merupakan impian setiap pekerja. Sayangnya, impian itu amat sangat jarang terwujud. Boro-boro menyenangkan, Anda justru bekerja di kantor yang penuh tekanan dan intrik politik sana-sini, atasan yang menyebalkan, rekan kerja yang tidak peduli, sehingga Anda tak betah berlama-lama bekerja di situ.

Biasanya, berbagai kekecewaan tersebut masih mudah dikelola dalam masa kerja satu atau dua tahun awal. Tetapi menginjak tahun ketiga dan seterusnya, kekecewaan tersebut mulai menjelma menjadi patah semangat, masa bodoh, dan bahkan mati rasa. Nah, tahap inilah yang akan membahayakan karier Anda. Patah semangat akan membunuh waktu yang selama ini diinvestasikan untuk membangun karier dan kesuksesan Anda. Karena itu, kelola kekecewaan Anda sebelum terlambat. Bagaimana caranya?

 
More Articles...

GOD's ETERNAL PURPOSE

Abbalove Monthly Updates

CINTA INDONESIA

  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing