Lifestyle

Lensa yang rusak

Saya memiliki sebuah kamera digital yang saya beli dua tahun lalu. Kamera ini berfungsi dengan baik dan kualitas hasil fotonya sangat memuaskan. Pada beberapa kesempatan ketika saya sedang bepergian dan ingin mengabadikan momen-momen berharga, saya menggunakan kamera tersebut. Dengan menggunakan teknik yang baik, saya bisa menentukan objek yang menjadi fokus foto. Meskipun banyak hal bisa kita lihat dengan mata telanjang, dengan kemampuan teknologi kamera dan lensa yang dirancang canggih, kita bisa memilih objek mana yang akan difokuskan. Ketika orang lain melihat hasil foto ini, mereka akan bisa membedakan mana objek yang menjadi fokus dari foto tersebut. Hal ini bisa terjadi karena kamera dan lensa itu punya kemampuan untuk melakukan fokus atas objek yang dipilih.

Beberapa bulan lalu, saya menambah kelengkapan kamera dengan membeli sebuah lensa jarak jauh yang juga sekaligus bisa membuat foto jarak dekat, yang dalam dunia fotografi sering disebut dengan istilah lensa “tele” dan “wide”. Awalnya semua berfungsi dengan baik, hingga suatu ketika saya kesulitan untuk mengarahkan fokus lensa ketika sedang mengabadikan sebuah foto. Beberapa kali saya mencoba untuk mengarahkan fokus ke objek yang akan saya foto, tetapi lensa baru itu tidak bisa menetapkan fokus. Akibatnya, hasil fotonya menjadi tidak jelas atau buram, dan tentunya ini kurang memuaskan. Tampaknya fitur auto focus pada lensa itu tidak berfungsi dengan baik. Maka, lensa itu harus saya bawa ke toko untuk diperbaiki agar bisa kembali mengatur fokusnya.

 

Gadgetmu Harimaumu

Di era smartphone ini, orang berlomba-lomba mengekspresikan luapan hatinya di media sosial, dari mulai mempublikasikan jepretan foto, memajang video, mencurahkan perasaan, sampai berkomentar bebas tentang apa pun. Semuanya seakan hanya dikontrol oleh ujung jari. Saat jari bermain di layar gadget, seseorang bebas melakukan apa yang dia mau. Inilah cara terbaru orang mengekspresikan dirinya lewat gadget di waktu-waktu kini, yang rupa-rupanya sudah banyak pula “memakan korban”. Mengapa demikian? Apa yang salah dengan media sosial?

 

Sudah Belajar Hari Ini?

Hampir setiap orang pernah terjebak dalam rutinitas keseharian, mungkin tidak jarang terasa bosan dan jenuh karena setiap hari berlalu seperti roda berputar saja.  Hal ini pun bisa terjadi pada kerohanian kita. Saat teduh, doa, baca Firman, dan ibadah dilakukan karena sekadar rutinitas, yang akhirnya membuat kita kehilangan esensinya. Ayat-ayat Firman dan perkataan kebenaran pun menjadi slogan belaka yang tidak lagi bermakna.

Tahun ini kita sedang berfokus secara khusus agar bersama-sama hidup dan berbuah dalam Kerajaan Allah. Ini tentunya tidak bisa terjadi jika kita sedang tenggelam dalam kejenuhan rohani. Untuk keluar dari kejenuhan rohani, bahkan juga kejenuhan dalam area-area hidup lainnya, apa yang harus kita lakukan?

 
More Articles...

GOD's ETERNAL PURPOSE

Abbalove Monthly Updates

CINTA INDONESIA

  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing