Lifestyle

Harta Berharga dalam Bejana Tanah Liat

Sekian tahun lalu, tersebar berita menghebohkan yang menarik perhatian dunia. Pasangan yang dirahasiakan identitasnya tetapi disebut dengan nama John dan Mary disebutkan menemukan koin-koin emas dalam kaleng yang mereka temukan di pinggir jalan yang biasa mereka lalui untuk jalan pagi bersama anjing peliharaan. Jumlah koin itu mencapai 1.427 keping dengan nilai mata uang $5, $10, dan $20 terbitan tahun 1847 hingga 1894.

Saat penemuan itu, John dan Mary sedang membawa anjing peliharaan mereka berjalan-jalan di area perumahan yang sudah mereka tinggali belasan tahun sebelumnya. Jalan yang saat itu mereka lewati pun biasa mereka lalui. Tetapi pada hari itu, entah bagaimana, tiba-tiba ia menemukan ujung kaleng tua menyembul dari permukaan tanah. Kaleng sebesar kaleng cat itu sudah karatan dimakan usia. Entah mengapa pula, mereka tertarik untuk mengangkatnya.

“Kalengnya berat, tak tahu apa isinya,” kata John. Namun waktu dikupas sedikit, karena kaleng itu sudah rapuh, mereka kaget karena ada benda seperti uang logam di dalamnya. Setelah dibuka, ternyata isinya setumpuk koin-koin emas.

 

HOAX

"Informasi bohong atau hoax melalui media dalam jaringan terus merebak, seiring dengan maraknya penggunaan internet. Informasi palsu terus direproduksi dengan tujuan menimbulkan kebencian antarwarga dan komunitas. Jika dibiarkan, hal ini mengancam persatuan bangsa." - Kompas, Senin 6 Februari 2017.

Akhir-akhir ini, kita sering mendapat berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Bahkan, banyak dari kita mungkin ikut menyebarkan berita tersebut dan membuat komunitas kita terpengaruh oleh berita yang sangat belum tentu benar itu.

Di zaman internet media sosial sekarang ini, semua berita bisa disampaikan dengan cepat tanpa ada batasan lagi. Berita yang kita tebarkan dalam hitungan menit atau detik sudah diterima oleh orang yang tidak kita kenal. Itulah keunggulan internet dan media sosial, yang memang luar biasa.

 

Mendaki gunung Sinai

Aktivitas mendaki Gunung Sinai adalah salah satu aktivitas yang dilakukan dalam hampir setiap perjalanan ziarah ke Tanah Perjanjian, Israel. Dalam kesempatan akhir tahun kemarin, saya dan istri juga mendapat kesempatan mendaki Gunung Sinai, di wilayah Mesir, sebagai gambaran tentang kisah Gunung Sinai yang sebenarnya di Alkitab.

Pendakian ke Gunung Sinai bisa dilakukan dengan jalan kaki atau menaiki unta untuk sampai ke pos pertama. Saya dan istri memilih naik unta, dan beberapa teman lain memilih untuk berjalan. Ada keraguan dalam pikiran saya pada teman-teman yang berjalan kaki bahwa mereka akan tidak berhasil mencapai puncak. Menurut pandangan saya, medan pendakian ini relatif berat. Namun ternyata pikiran saya salah, semua teman yang berjalan ternyata berhasil mencapai puncak. Hanya beberapa orang saja yang tidak berhasil mencapai puncak. Teman-teman ini ternyata berjalan dengan keyakinan bahwa mereka mampu melakukannya hingga sampai ke puncak Gunung Sinai, berbeda dengan pikiran saya yang didasari oleh penglihatan kondisi pendakian yang sulit ditambah suhu udara yang dingin.

 
More Articles...

GOD's ETERNAL PURPOSE

Abbalove Monthly Updates

CINTA INDONESIA

  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing