Saat Teduh BUILD! (Okt 2013)

Selasa, 01 Oktober 2013

APA YANG AKU PERBUAT AKU TIDAK TAHU

Bacaan Firman
Bacalah Roma 7:15-17, 22 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang Paulus katakan tentang “apa yang dia perbuat”? Mengapa (ayat 15)?
2. Apa pendapat Paulus tentang hukum Taurat? (ayat 16, 22). Siapa yang berbuat dosa (ayat 17)?

Apakah Anda pernah mengalami pengalaman seperti Paulus? Ia sudah lahir baru dan secara akal serta batin, ia pasti suka melakukan Taurat Tuhan. Tetapi, dalam praktek hidup sehari-hari, ia justru melakukan apa yang ia benci, yang bertentangan dengan akal sehat dan batinnya. Paulus berulang-ulang berbuat dosa sampai ia berteriak, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (ayat 24). Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mengalami hal yang sama?
* Anda tahu larangan Tuhan tentang: pornografi, onani, percabulan dan perselingkuhan, tapi justru Anda terikat dengan dosa-dosa tersebut.
* Anda tidak mau marah dan menyakiti orang, tapi Anda terikat kemarahan sampai hari ini.
* Anda mau hidup bebas dari rasa minder, tertolak, dan malu, namun Anda semakin terpuruk.
* Anda ingin bersekutu dengan Allah dan mengasihi orang lain, tetapi Anda frustasi karena gagal.

Anda tidak sendirian! Ada jawaban yang tuntas untuk problem Anda. Praktekkan prinsip-prinsip dalam renungan 31 hari ini. Mengapa Paulus berbuat dosa? Ia berteriak, “apa yang aku perbuat, aku tidak tahu” (ayat 15a). Penyebab utama Paulus berbuat dosa adalah apa yang ada di alam bawah sadarnya. Walau akal sehat/ pikiran sadarnya mau taat pada firman Tuhan untuk hidup kudus, tetapi pikiran bawah sadarnya mengendalikan hidup Paulus. Jadi, siapa yang lebih berkuasa mengatur tubuh? Tentu pikiran (memori) bawah sadar. Semua kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan berasal dari gagasan-gagasan dan gambar-gambar yang telah terkubur di dalam alam bawah sadar. Memori itulah yang mengontrol seluruh sikap perbuatan tubuh. Gagasan dan gambar apa yang ada dalam memori bawah sadar Paulus? Ia berkata dengan tegas, “Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku,” (ayat 17). Seperti Paulus, kita bisa dipulihkan jika pikiran (memori) bawah sadar dipulihkan agar bersinergi dengan pikiran akal sehat/roh kita. Oleh karena itu, dalam renungan Saat Teduh bulan ini, kita akan belajar tentang transformasi hati.

Renungan Firman
Hal-hal apakah yang perlu Anda lakukan tentang hidup Anda? Ceritakan berkat yang Anda peroleh kepada seseorang yang membutuhkannya. Apa komitmen Anda untuk dilakukan?

 
More Articles...
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing