Alkitab & Ilmu Pengetahuan

Arkeologi Membuktikan Alkitab

Selama tahun ini kita telah bersama-sama menggali dan mempelajari beberapa segi dari ilmuu pengetahuan yang mendukung kebenaran Alkitab dalam artikel-artikel sbb:* Apakah Anda Keturunan Monyet? * Bukti "Missing Link" Manusia-Kera
* Manusia dan Dinosaurus
* Apakah Bumi Muda atau Tua?
* Carbon 14 dan Umur Bumi
* Evolusi Makro vs Evolusi Mikro
* Umur Alam dan Ukuran Radiometrik
* Michael Faraday
* Aniaya terhadap Ilmuwan Kristen

Melalui artikel-artikel ini kita telah melihat keajaiban Alkitab dan kebenaran Allah sebagai Sang Pencipta yang tidak perlu diragukan. Kita sudah mempelajari serangan kaum ilmuwan yang tidak ber-Tuhan, yaitu kaum atheis, yang sangat anti-Allah yang terus-menerus berusaha menghancurkan iman Kristiani dan Alkitab sebagai pesan Allah kepada manusia. Lewat rangkaian penggalian ini kita dapat menjadi lebih yakin bahwa kita adalah ciptaan khusus dan bukan keturunan kera. Kita sudah melihat bukti-bukti nyata bahwa bumi adalah muda, usianya tidak lebih dari 20.000 tahun dan bukan milyaran tahun seperti yang dikemukakan oleh kaum atheis itu.

 

Aniaya terhadap Kaum Ilmuwan Kristen

Berjuang untuk Mempertahankan Kebenaran Alkitab
Yudas 1:3 : “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.”

Pada umumnya, masyarakat beranggapan bahwa dunia ilmu pengetahuan adalah bidang riset yang terbuka untuk menyelidiki segala teori dan hipotesa, apalagi di dunia Barat yang dianggap menjujung tinggi kebebasan ekspresi, kebebasan untuk berpikir dan kebebasan bertindak. Sayangnya, dalam bidang pendidikan hal itu sama sekali tidak benar, khususnya di dalam pembahasan asal-usul kehidupan versi Darwinisme dan evolusi biologis yang acak dengan versi Desain Intelijen yang mendukung adanya sosok Pencipta. Dalam hal ini, bukan pembahasan dua versi yang terjadi, melainkan perang di dunia akademis.
Rasul Paulus telah menasihati kita (1Tim. 6:20-21) agar mewaspadai tipu daya kuasa kegelapan yang memperalat pengetahuan palsu untuk merusak iman:
“Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman.”

Perang Akademis
Saat menempuh pendidikan pada tahun 1960-an, saya mempelajari ilmu hayat dan paham evolusi ala Darwin. Teori dasar dari paham itu adalah bahwa Darwin telah membuktikan bahwa semua kehidupan telah berasal dari proses kimiawi dan biologis yang mengubah benda mati menjadi benda hidup, kemudian benda hidup itu berangsur-angsur berubah menjadi lebih kompleks sehingga menghasilkan semua jenis kehidupan termasuk semua jenis tumbuh-tumbuhan dan semua jenis makhluk.
Sejak masa-masa itu, saya mengalami dan menyaksikan perang akademis. Dunia ateis yang sangat mendukung paham Darwin adalah golongan yang anti-Tuhan. Mereka melihat Darwinisme sebagai kesempatan untuk membuang Allah dan agama dari kehidupan manusia. Mereka mulai berperang melawan semua ilmuwan yang percaya kepada Tuhan sebagai Pencipta dan mereka berusaha agar orang-orang ini dibuang dari semua institusi dan lembaga pendidikan. Mereka mulai berkata bahwa Tuhan tidak mempunyai peranan apa-apa dalam ilmu pengetahuan. “Rasul” utama gerakan itu di masa kini adalah Dr. Richard Dawkins yang menulis buku The God Delusion, dan “nabi”-nya adalah Dr. Stephen Hawkings yang menulis buku The Grand Design. Mereka berdua sangat anti-Yesus dan anti-Allah. Mereka berusaha untuk membasmi kepercayaan kepada Allah.
Pada tahun-tahun awal 1980-an, saya diundang untuk menyampaikan ceramah di Universitas Melbourne dan di situ saya berhadapan dengan seorang ahli geologi, Professor Ian Plimer. Jelaslah bahwa saya sudah masuk ke dalam suatu perang yang sangat kotor. Pada waktu yang sama saya menulis sebuah buku, Alkitab dan Ilmu Pengetahuan. Saya dibantu oleh Dr. Charles Pallaghy, ahli biologi bidang biofisika dari Universitas La Trobe, Dr. John Leslie, ahli biokimia dari Departmen IVF, Universitas Monash, Dr. Clifford Wilson, ahli paleontologi, Direktur Institut Arkeologi Melbourne dan Dr. Barry Tapp, ahli geologi dari Universitas RMIT. Semua nama ini telah mengalami tekanan dari universitas-universitasnya dengan larangan mengajar jika mereka menolak Darwinisme sebagai mekanisme asal-usul kehidupan. Kalau tidak taat, mereka akan dipecat. Hal ini saya sudah banyak kali alami dan saksikan di dunia akademis.
Kini, kira-kira 30 tahun setelahnya, perang ini semakin hebat dan berbahaya. Kebebasan berpikir, belajar, menulis dan berbicara sedang dicabut secara total di Australia, Amerika dan di tempat-tempat lainnya.
Seorang Yahudi yang sangat terkenal, Ben Stein, diberitahukan tentang tekanan akademis itu dan ia tidak percaya, sehingga ia melakukan riset dengan berbagai wawancara yang akhirnya menjadi film dokumentar yang berjudul EXPELLED, No Intelligence Allowed (DIKUCILKAN, Kecerdasan Dilarang). Film itu bisa dinonton di Youtube dalam Bahasa Inggris.

 

Alkitab & Pengetahuan : Ilmuwan-ilmuwan Ajaib

Di masa kini, kebenaran Alkitab dilawan oleh sekelompok ilmuwan yang pada dasarnya adalah ateis yang bermusuhan dengan konsep Allah sebagai pencipta alam semesta dan sumber segala kehidupan. Namun sebaliknya, ada banyak sekali ilmuwan yang percaya isi Alkitab dan bahwa kisah Alkitab adalah catatan sejarah yang akurat tentang penciptaan langit dan bumi, serta catatan maksud abadi Allah bagi manusia, puncak utama penciptaanNya.

Apa sebenarnya isi Alkitab?
1. Alkitab adalah kesaksian Allah tentang sejarah alam semesta yang diciptakanNya.
2. Alkitab adalah pesan Allah kepada manusia tentang rencana ajaib atau maksud abadiNya.
3. Alkitab adalah surat cinta dari Sang Pencipta kepada seluruh ciptaanNya.
4. Alkitab adalah pedoman kehidupan agar manusia dapat hidup dengan berhasil dan menang atas semua tantangan yang kita hadapi.
5. Alkitab adalah surat warisan agar semua manusia mengetahui warisan kekalnya jika percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
6. Alkitab adalah nubuatan tentang apa yang akan terjadi di masa depan sebelum hal-hal itu terjadi.
7. Alkitab adalah penghiburan bagi semua manusia, bahwa suatu saat nanti dukacita akan diganti dengan sukacita yang kekal.

Sering kita ditantang oleh apa yang disebut “pengetahuan” untuk meragukan kebenaran isi Alkitab, seolah-olah Alkitab tidak relevan untuk kita atau bahkan bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, fakta sejarah membuktikan bahwa kebanyakan temuan ajaib yang telah menjadi dasar dari ilmu pengetahuan justru adalah hasil karya ilmuwan Kristen yang inspirasinya adalah Alkitab. Mereka adalah ilmuwan-ilmuwan hebat dan dasar penyelidikan ilmiahnya adalah berdasarkan iman kepada Allah dan FirmanNya.

 
More Articles...
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing