Tokoh Alkitab

Bagian tak terpisahkan dari Tubuh Kristus

Tidak pernah terpikirkan oleh beberapa orang Kristen bahwa Tuhan memakai penderitaan sebagai alat untuk membangun Tubuh Kristus. Itu sebabnya, melalui saat teduh pada build! bulan ini, kita akan merenungkan banyak ayat dalam firman Tuhan yang mengajar kita tentang kebenaran ini: bahwa salah satu cara Tuhan membangun tubuh Kristus adalah melalui penderitaan. Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, telah mencatat dengan teliti dan memberikan banyak sekali contoh tentang penderitaan. Kita akan melihat dengan jelas bahwa penderitaan adalah sarana yang dipakai oleh Tuhan untuk membangun Tubuh Kristus di seluruh dunia selama berabad-abad.

Salah satu contohnya adalah perkataan Paulus kepada jemaat Tuhan di Kolose, bahwa, “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat,” (Kolose 1:24). Apakah Paulus berlebihan dengan perkataannya ini? Apakah penderitaan Yesus di kayu salib masih kurang, sehingga Rasul Paulus harus menggenapkan dalam dagingnya penderitaan itu untuk tubuhNya? Jawaban terhadap pertanyaan yang demikian akan kita pahami setelah kita merenungkan saat teduh bulan ini.

Dalam membaca dan merenungkan firman Tuhan lewat saat teduh, kita perlu membiarkan Tuhan memberikan pencerahan ke dalam roh kita untuk mengerti maksud firmanNya. Paulus berkata, “Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”(Kolose 1:25-27). Wah, rupanya Tuhan menyembunyikan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad untuk dibuka bagi tubuhNya melalui penderitaan.

 

FILIPUS, SANG PEKERJA BAPA

Yesus diutus ke dalam dunia untuk melakukan pekerjaan Bapa dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Yesus sudah lebih dahulu taat untuk melakukan pekerjaan Bapa, dan para muridNya juga perlu melakukan hal yang sama. Untuk itu, kita akan melihat salah satu contoh dari para murid Yesus yang siap melakukan pekerjaan Bapa ketika dibutuhkan. Murid tersebut adalah Filipus.

Tidak ada yang lebih indah dari pada kita bisa mendapati seseorang yang menjadi pekerja Tuhan tetap bertahan dalam segala keadaan hingga akhir. Inilah kehidupan Filipus. Namun, siapakah sebenarnya Filipus? Apa latar belakangnya sebelum dia dipilih oleh Tuhan untuk melakukan pekerjaan Bapa di sorga? Bagaimanakah Filipus bisa menjadi seorang pekerja Bapa yang luar biasa dan paling efektif dalam pelayanannya? Apakah yang terjadi dengan Filipus ketika Tuhan memakai keluarganya menjadi pekerja Bapa di kemudian hari?

Sebelum Filipus dipilih oleh Tuhan menjadi pekerjaNya, ada masalah yang muncul di dalam gereja mula-mula yang membutuhkan solusi cepat. Pada masa itu jumlah murid semakin bertambah banyak dan pelayanan Firman pun semakin meluas, sehingga tidak ada lagi pekerja yang menangani urusan-urusan sehari-hari. Hal ini menyebabkan persungutan di antara orang-orang Yahudi, karena memang urusan-urusan ini perlu segera dibereskan. Tidak ada jalan lain selain Allah bertindak dan membangkitkan pekerja di ladangNya. Jadi, Petrus berbicara kepada para pemimpin dan jemaat mula-mula tentang kebutuhan akan pekerja baru di ladang Tuhan. Petrus berkata, “Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman,” (Kis. 6:3-4). Perhatikan apa yang terjadi setelah usulan rasul Petrus. Dikatakan, “Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka,” (Kis. 6:5-6). Di sinilah awal munculnya nama Filipus, yang menjadi pekerja Bapa yang luar biasa.

 

Berbicaralah sebab hambaMu ini mendengar

Senja hari menjelang malam, di sebuah rumah seorang anak muda sedang berbaring di atas tikar dengan berbalut kain sarung untuk berlindung dari dingin yang menyengat. Lampu di rumah tersebut belum lagi padam, namun kantuk sudah memaksa anak muda tersebut untuk berbaring. Belum lama ia tertidur, tiba-tiba… “Samuel! Samuel!” terdengar sebuah panggilan yang membangunkan Samuel, si anak muda tadi. Samuel menjawab, “Ya, bapa,” sambil mengangkat kepala dari bantal untuk memastikan suara yang ia dengar. Tak seorang pun yang terlihat di dekatnya, namun suara yang terdengar sangat jelas, sehingga Samuel merasa harus menanggapinya. Di bilik sebelah ada seorang tua yang menjaga rumah itu, yang sedang tertidur juga. Samuel bangun dan berlari ke bilik orang tua itu sambil menyahut, “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Orang tua itu terbangun dan membalas, "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali."

Baru saja Samuel membaringkan diri untuk tidur, ia mendengar suara yang memanggilnya kembali, “Samuel! Samuel!” Untuk kedua kalinya Samuel bangun dan berlari ke arah orang tua tadi. Samuel mengagetkannya dengan bertanya, “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Orang tua ini heran, sehingga ia membalas, "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."

Ketika ia baru saja meletakan kepalanya di atas bantal, terdengar panggilan yang ketiga kali, “Samuel! Samuel” dengan suara yang penuh wibawa. Samuel bangun dan berlari ke dalam bilik orang tua yang kini belum tertidur kembali karena memikirkan pertanyaan Samuel. “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Samuel berdiri dengan ragu-ragu di depan orang tua itu. Lalu, mengertilah orang tua itu bahwa Yang Mahakuasa Pencipta Semesta Alam-lah yang telah memanggil Samuel. Orang tua itu memberi nasihat kepada Samuel, “Pergilah tidur kembali dan apabila Ia memanggil engkau lagi, katakan: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Samuel pun pergi dan tidur kembali. Lalu datanglah suara TUHAN kembali memanggil, “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab, “Berbicaralah, TUHAN, sebab hambaMu ini mendengar.”

 

 

Di Balik Keberhasilan Paulus

Siapa yang tidak mengenal Paulus dari Tarsus? Ia adalah seorang rasul dan penulis 14 kitab Perjanjian Baru, yang lahir di kota Tarsus, tanah Kilikia (sekarang Turki). Pada masa mudanya, Paulus (saat itu bernama Saulus) hidup sebagai seorang Farisi yang paling keras dalam agama Yahudi. Ia seorang penganiaya para pengikut Kristus, yang sesudah pengalamannya berjumpa dengan Yesus di jalan menuju kota Damsyik, berubah menjadi seorang pengikutNya, mungkin yang paling berdedikasi dan paling berdampak. Namun, siapakah sosok penting di balik perubahan hidup dan keberhasilan Paulus ini?

 
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing