Movement News

Gaya hidup seorang penjala manusia

Bulan ini kita belajar tentang pemuridan dari Injil Lukas. Injil Lukas adalah salah satu Injil yang menulis secara terperinci tentang segala sesuatu yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus. Dalam kitab ini, Yesus digambarkan sebagai Anak Manusia yang sangat manusiawi.Tema utama dari Injil Lukas adalah, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang,” (Luk. 19:10 TB). Jelas tampak dari sini bahwa tujuan kedatangan Yesus ke dunia adalah mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang. Dalam bahasa nelayan, misi ini disebut menjadi PENJALA MANUSIA. Ini adalah misi kedatangan Sang Mesias, Anak Allah yang Hidup. Ketika Yesus memanggil murid-muridNya, Ia memiliki sasaran khusus bagi para pemagangNya, yakni menjadi penjala manusia atau pemenang jiwa, seperti diriNya sendiri.

 

Menjadi Murid Kerajaan

Pada bulan ini kita akan berfokus pada merenungkan Firman Kerajaan dari kitab Markus. Injil Markus adalah Kitab Injil tersingkat di antara keempat Injil, dari Injil Markus kita dapat mengenal Yesus sebagai Kristus (Mesias) dan Anak Allah. Melalui pelayanan mengusir setan, kesembuhan, dan mukjizat, Yesus mendemonstrasikan datangnya Kerajaan Allah sehingga murid-murid dan orang-orang di sekelilingnya melihat Ketuhanan Yesus. Hasilnya, mereka, terutama murid-muridNya, mau mengikuti Yesus dan menjadi pemagangNya. Mereka mau menjadi Murid Kerajaan.

 

Perjumpaan dengan kerajaan Allah

Di tahun ini kita akan berfokus untuk menjadi kompak yang berbuah dan berlipatganda. Dengan kompak yang sehat, komsel-komsel akan sehat dan Tubuh Kristus akan sehat pula. Kompak adalah seperti molekul-molekul yang membentuk sel-sel dalam tubuh. Molekul adalah kumpulan atom-atom yang menggambarkan pribadi-pribadi dalam tubuh Kristus. Apabila atom-atom "bersekutu" dengan sehat, terbentuklah molekul-molekul yang sehat pula.

 

Berjumpa dengan Kerajaan Allah

Sepanjang tahun 2017 ini, kita akan berfokus untuk membangun ekklesia dan diutus untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana cara memulainya? Kita akan mencontoh apa yang dipraktikkan oleh rasul-rasul ketika Yesus mulai membangun dasar gerejaNya selama tiga tahun pelayananNya di bumi. Kita tahu bahwa Yesus meminta rasul-rasulnya mempraktikkan empat hal sebagai pola dasar ekklesia: Kerajaan, murid, masyarakat, dan gereja. Keempat gaya hidup inilah yang dilipatgandakan rasul-rasul kepada semua jemaat mula-mula dan diteruskan kepada kita sekarang. Bagaimana Yesus memulai keempat gaya hidup itu? Ia memulainya dengan menyatakan KerajaanNya, lalu memanggil murid-muridNya untuk mempraktikkan komunitas sepakat (“kompak”) yang diutusNya untuk memenangkan jiwa dan melakukan transformasi di tengah-tengah masyarakat. Setelah itu, barulah Yesus mendapatkan ke-12 murid yang akan dibangunNya menjadi GerejaNya (ekklesia) (Mat. 4-10).

 

Hidup itu lebih penting dari makanan

“Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan?” “Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” (Mat. 6:24-25)

Ini adalah perkataan Yesus yang tegas kepada banyak orang termasuk murid-muridnya, supaya mereka tidak khawatir dalam hidup ini. Kita tahu bahwa kita bisa hidup tanpa memiliki rumah. Tanpa ponsel. Tanpa ranjang. Tanpa liburan. Tetapi, kita tidak bisa hidup tanpa makanan. Kita harus makan agar hidup. Kalau tidak makan selama sehari atau dua hari, badan kita lemas dan kita bisa jatuh sakit. Kalau tidak makan sebulan atau lebih, kita bahkan bisa mati. Makanan begitu penting sehingga kita makan secara teratur tiga kali sehari. Ke mana saja kita pergi, termasuk ke luar negeri atau ke luar kota, hal utama yang kita perhatikan adalah makanan. Makanan enak adalah sesuatu yang dikejar. Setiap hari di otak kita selalu ada pertanyaan “mau makan apa” atau “mau makan di mana”. Tetapi, Yesus justru berkata bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Mengapa demikian?

 

 
More Articles...

GOD's ETERNAL PURPOSE

Abbalove Monthly Updates

CINTA INDONESIA

  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing