Movement News

Menjadi Murid Kerajaan

Pada bulan ini kita akan berfokus pada merenungkan Firman Kerajaan dari kitab Markus. Injil Markus adalah Kitab Injil tersingkat di antara keempat Injil, dari Injil Markus kita dapat mengenal Yesus sebagai Kristus (Mesias) dan Anak Allah. Melalui pelayanan mengusir setan, kesembuhan, dan mukjizat, Yesus mendemonstrasikan datangnya Kerajaan Allah sehingga murid-murid dan orang-orang di sekelilingnya melihat Ketuhanan Yesus. Hasilnya, mereka, terutama murid-muridNya, mau mengikuti Yesus dan menjadi pemagangNya. Mereka mau menjadi Murid Kerajaan.

MENGENAL DAN MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN

Mengapa murid-murid bersedia meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus untuk menjadi pemagangNya? Mengapa murid-murid Yesus mau mengikut Dia dengan radikal untuk menjadi  penjala manusia? Jawabannya adalah karena mereka bukan sekadar mengenal Yesus sebagai Juruselamat atau Penolong. Mengenal Yesus hanya sebagai Juruselamat atau Penolong akan membuat kita belum tentu mau mengikut Dia dan taat kepadaNya, karena itu berarti kita belum mengerti Kerajaan Allah. Justru, murid-murid (dan kita juga harus demikian) melihat Yesus adalah Tuhan atau Raja yang datang untuk mendirikan KerajaanNya, maka kita pasti akan terpanggil sebagai murid KerajaanNya.

 

Perjumpaan dengan kerajaan Allah

Di tahun ini kita akan berfokus untuk menjadi kompak yang berbuah dan berlipatganda. Dengan kompak yang sehat, komsel-komsel akan sehat dan Tubuh Kristus akan sehat pula. Kompak adalah seperti molekul-molekul yang membentuk sel-sel dalam tubuh. Molekul adalah kumpulan atom-atom yang menggambarkan pribadi-pribadi dalam tubuh Kristus. Apabila atom-atom "bersekutu" dengan sehat, terbentuklah molekul-molekul yang sehat pula. Dalam ilmu fisika dan kimia, kita dapat melihat bahwa atom-atom bersekutu dengan saling memberi dan menerima partikel elektron. Contohnya, sebuah atom Na (Natrium) yang kekurangan partikel elektron bertemu dengan sebuah atom Cl (Klorida) yang kelebihan partikel elektron, maka terjadilah proses menerima dan memberi, yang menghasilkan molekul NaCl atau garam. Demikian pula, secara rohani, persekutuan terjadi kalau ada proses saling menerima dan memberi di antarasedikitnya dua orang. Persekutuan itulah yang membentuk terjadinya sebuah kompak yang berfungsi sebagai garam bagi dunianya. Apabila molekul-molekul dalam sebuah sel itu sehat, sel-selnyapun sehat pula. Tetapi apabila persekutuan di antara atom-atom itu tidak kuat karena faktor-faktor tertentu, atom-atom tersebut terpisah satu dengan yang lain sehingga terbentuklah radikal bebas. Radikal bebas adalah atom yang kekurangan partikel elektron, dan untuk menjadi stabil atom ini berusaha MENCURI partikel elektron dari molekul yang terdekat. Akibat perbuatan radikal bebas itu, molekul-molekul yang terdekatpun menjadi rusak, dan membentuk lebih banyak radikal-radikal bebas yang baru. Selanjutnya, sel-sel yang sehat menjadi mati. Karena itu diperlukan antioksidan untuk menstabilkan radikal-radikal bebas, sehingga sel-sel tubuh menjadi sehat.

 

Berjumpa dengan Kerajaan Allah

Sepanjang tahun 2017 ini, kita akan berfokus untuk membangun ekklesia dan diutus untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana cara memulainya? Kita akan mencontoh apa yang dipraktikkan oleh rasul-rasul ketika Yesus mulai membangun dasar gerejaNya selama tiga tahun pelayananNya di bumi. Kita tahu bahwa Yesus meminta rasul-rasulnya mempraktikkan empat hal sebagai pola dasar ekklesia: Kerajaan, murid, masyarakat, dan gereja. Keempat gaya hidup inilah yang dilipatgandakan rasul-rasul kepada semua jemaat mula-mula dan diteruskan kepada kita sekarang. Bagaimana Yesus memulai keempat gaya hidup itu? Ia memulainya dengan menyatakan KerajaanNya, lalu memanggil murid-muridNya untuk mempraktikkan komunitas sepakat (“kompak”) yang diutusNya untuk memenangkan jiwa dan melakukan transformasi di tengah-tengah masyarakat. Setelah itu, barulah Yesus mendapatkan ke-12 murid yang akan dibangunNya menjadi GerejaNya (ekklesia) (Mat. 4-10).

 

Hidup itu lebih penting dari makanan

“Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan?” “Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” (Mat. 6:24-25)

Ini adalah perkataan Yesus yang tegas kepada banyak orang termasuk murid-muridnya, supaya mereka tidak khawatir dalam hidup ini. Kita tahu bahwa kita bisa hidup tanpa memiliki rumah. Tanpa ponsel. Tanpa ranjang. Tanpa liburan. Tetapi, kita tidak bisa hidup tanpa makanan. Kita harus makan agar hidup. Kalau tidak makan selama sehari atau dua hari, badan kita lemas dan kita bisa jatuh sakit. Kalau tidak makan sebulan atau lebih, kita bahkan bisa mati. Makanan begitu penting sehingga kita makan secara teratur tiga kali sehari. Ke mana saja kita pergi, termasuk ke luar negeri atau ke luar kota, hal utama yang kita perhatikan adalah makanan. Makanan enak adalah sesuatu yang dikejar. Setiap hari di otak kita selalu ada pertanyaan “mau makan apa” atau “mau makan di mana”. Tetapi, Yesus justru berkata bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Mengapa demikian?

 

 

My Father's Business: Ekklesia Go

Sejak awal tahun 2016, kita sudah belajar bahwa esensi Gereja adalah EKKLESIA, yaitu suatu kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar dari kerajaan kegelapan dan dibangun menjadi tempat kediaman Allah (tubuh Kristus, keluarga Bapa, bait Roh Kudus), untuk memerintah bersama Kristus serta memperluas kerajaan Allah di bumi. Kali ini, kita akan mempelajarinya lebih dalam dan mempraktikkannya bersama-sama, melalui pengalaman pencerahan yang dialami di Abbalove KTC.

 

GEREJA adalah EKKLESIA

Gereja bukanlah seperti tempat pengisian bahan bakar (SPBU) atau lubang pengisi daya listrik, yang hanya berfungsi untuk jemaat mengisi energi hati yang sudah kosong dengan berkat Tuhan. Gereja juga bukan seperti bioskop sehingga jemaat datang hanya untuk mendapatkan hiburan rohani yang menarik, atau seperti hipermarket yang membuat jemaat berharap dapat dilayani semua kebutuhan hidupnya dengan datang ke satu lokasi saja.

 
More Articles...

GOD's ETERNAL PURPOSE

Abbalove Monthly Updates

CINTA INDONESIA

  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing