Bahan Saat Teduh 15 - 21 Agustus 2011Senin, 15 Agustus 2011 PERTUKARAN YANG RADIKAL (bagian 1) Bacaan Firman Merenungkan Firman Seperti Paulus, saat kelahiran baru kita sebenarnya mengalami suatu pertukaran hidup. Hidup kita ditukar dengan hidup Kristus. Proses pertukaran ini terjadi dalam 3 tahap, dan yang pertama adalah kematian kita melalui salib Kristus. Kristus mati bukan untuk diriNya sendiri, namun Ia mati agar hidup kita yang lama ikut mati bersamaNya. Mengapa hidup kita yang lama perlu mati? Karena ia tidak dapat memenuhi tuntutan kebenaran, sedangkan Allah ingin “saling tinggal” dengan kita dalam Kebenaran. Satu-satunya cara adalah jika hidup kita yang lama mati. Inilah yang terjadi di kayu salib. Salib Kristus mematikan hidup kita yang lama. Masalahnya sekarang, apakah hidup kita yang sekarang berjalan sesuai dengan kebenaran ini? Apakah hidup kita yang lama ini benar-benar sudah mati? Jika kita masih berusaha hidup dengan kekuatan kita sendiri, berjuang mencapai kebenaran dengan kesanggupan, pengertian dan cara-cara kita sendiri, ini artinya kita sedang berusaha membangkitkan kembali hidup kita yang lama. Berhentilah melakukannya. Kita tidak akan mungkin berhasil melakukannya, karena memang Kristus telah mematikannya di kayu salib. Pertanyaan Renungan Selasa, 16 Agustus 2011 PERTUKARAN YANG RADIKAL (bagian 2) Bacaan Firman Merenungkan Firman Banyak orang Kristen tidak menyadari betapa tidak mungkinnya mereka memenuhi tuntutan kebenaran. Karena itu, mereka masih berusaha melakukannya dengan kekuatan mereka sendiri. Akibatnya, Kristus mengizinkan mereka gagal selama sekian lama, kadang sampai belasan atau puluhan tahun, sampai mereka menyerah dan mengizinkan Kristus mengambil alih hidupnya. Di titik inilah baru kita akan berhasil hidup benar, karena Kristus yang adalah Sang Kebenaran itu memenuhi tuntutan kebenaran dengan sempurna. Pergumulan kita untuk hidup benar seringkali berputar-putar di tempat. Kita jatuh dalam dosa, lalu berkomitmen dan berjuang sungguh-sungguh untuk bertobat, lalu berhasil mengalami kemenangan dan perubahan untuk sementara waktu, kemudian kembali gagal dan jatuh dalam dosa lagi. Mari hari ini kita menyadarinya kembali, keberhasilan kita bukan terletak pada seberapa kita sungguh-sungguh melawan dosa dan berbagai kebiasaan buruk dengan kekuatan kita sendiri, melainkan pada seberapa kita menyerah kepada Kristus dan mengizinkanNya mengambil alih hidup kita. Pertanyaan Renungan Rabu, 17 Agustus 2011 PERTUKARAN YANG RADIKAL (bagian 3) Bacaan Firman Merenungkan Firman Ketika kita merenungkan dan memahami Firman ini, Roh Kebenaran itu bekerja dan Firman itu menjadi iman Kristus di dalam kita. Iman inilah yang membuat kita berhasil hidup benar, karena sebenarnya Kristuslah yang sedang menjalankan hidup kita, bukannya kita sendiri lagi yang berusaha. Kristus telah menjadi hidup kita yang baru. Sejak kelahiran baru, kita dan Kristus adalah satu. Pertukaran telah terjadi. Latihlah mata iman Anda untuk melihat hal ini, bahwa sekarang kita ada di dalam Kristus dan Ia ada di dalam kita. Maka apapun yang Anda pikirkan, rasakan, dan lakukan, akan diubah menjadi selaras dengan hidup Kristus sendiri. Ingat, sekarang Kristus yang hidup melalui hidup Anda, bukan diri Anda sendiri lagi. Pertanyaan Renungan Kamis, 18 Agustus 2011 MELIHAT KEBENARAN YANG UTUH MELALUI UJIAN IMAN (bagian 1) Bacaan Firman Merenungkan Firman Saat kita melihat dengan mata jasmani kita, kita akan menemukan bahwa diri kita masih penuh dengan kelemahan, dosa serta kebiasaan buruk. Kita pun merasa perlu berjuang habis-habisan untuk berubah dari semua itu. Saat itulah, iman Kristus yang di dalam kita tidak bekerja, karena kita “memilih” untuk hidup dengan kekuatan kita sendiri. Itu sebabnya perlu ada pemurnian, agar iman Kristuslah yang bekerja dalam hidup kita setiap hari, bukan kepercayaan manusiawi kita sendiri. Pemurnian ini akan melatih kita untuk senantiasa menggunakan mata iman kita, untuk melihat bahwa Kristuslah hidup kita yang baru, bahwa sumber dari segala yang kita butuhkan (hikmat, kebenaran, kekudusan, kelimpahan, dsb.) sudah ada di dalam kita. Pemurnian inilah yang disebut dengan ujian iman. Kepercayaan manusiawi kita tidak akan membuat kita mengalami hidup yang berkemenangan. Mata imanlah yang akan membawa kita melihat Kristus sebagai hidup kita yang baru, hidup yang serba berkemenangan. Untuk mengalami hal ini, berikan diri Anda mengalami ujian iman yang Allah izinkan bagi Anda. Pertanyaan Renungan Jumat, 19 Agustus 2011 MELIHAT KEBENARAN YANG UTUH MELALUI UJIAN IMAN (bagian 2) Bacaan Firman Merenungkan Firman Mengapa iman kita perlu dimurnikan? Kita telah mengetahui bahwa iman Kristus ada di dalam kita, dan bahwa kita seharusnya hidup dengan iman Kristus itu. Namun seringkali iman Kristus itu kita gunakan bercampur dengan keinginan atau ambisi kita, yang semuanya berdasarkan kepercayaan manusiawi kita. Ini bukan saja tidak ada gunanya, tetapi juga mendatangkan kegagalan dan keputusasaan pada hidup kita. Bukan ini yang Allah inginkan. Allah ingin kita mengalami kehidupan yang baru oleh Kristus, kehidupan yang baru sebagai anggota TubuhNya, yang sehat, berfungsi, berkemenangan, dan berdampak. Untuk mengalami hidup yang seperti ini, kita harus menggunakan iman Kristus yang murni, tanpa bercampur dengan kepercayaan manusiawi kita sendiri. Itulah sebabnya Allah mengizinkan ada ujian iman, agar segala kepercayaan manusiawi kita terpisah dari iman Kristus dalam hidup kita. Jadi jika saat ini Anda sedang mengalami ujian iman tertentu, walaupun sulit, bergembiralah akan hal itu, karena itu artinya Allah sedang menjadikan Anda murni, agar iman Kristus nyata dalam hidup Anda. Pertanyaan Renungan Sabtu, 20 Agustus 2011 MELIHAT KEBENARAN YANG UTUH MELALUI UJIAN IMAN (bagian 3) Bacaan Firman Merenungkan Firman Secara manusiawi, kita cenderung tidak taat jika tidak mengalami tekanan. Ujian iman memberikan tekanan yang kita perlukan agar kita taat. Kita tahu bahwa kita harus hidup dengan iman Kristus, namun kita lebih suka dan cenderung otomatis menggunakan usaha kita sendiri. Kadang kita ingat untuk taat, namun seringkali kita lupa. Agar kita senantiasa taat, Allah mengizinkan ujian iman bagi hidup kita. Dengan penderitaan dan kesengsaraan yang kita alami dalam ujian iman, kita sedang dilatih untuk taat secara sempurna. Lama kelamaan, kita akan semakin sering otomatis hidup menggunakan iman Kristus itu. Inilah tujuannya. Selain itu, sebenarnya seluruh perintah Allah tidaklah mungkin untuk kita jalankan dengan kekuatan alamiah atau kepercayaan manusiawi kita. Yang mustahil untuk dilakukan ini bukan saja yang terdengar spektakuler seperti mujizat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dst, namun juga termasuk hal-hal yang terdengar sederhana dan sehari-hari seperti mengasihi, memberi, mengampuni orang yang bersalah, berhubungan akrab dengan Tuhan, dsb. Melalui ujian iman, kemampuan alamiah dan manusiawi kita ditukar dengan pribadi Kristus sendiri. Ia menjadi hidup kita sendiri. Kristus dalam diri kitalah yang mampu melakukan seluruh perintah Allah, bukan diri kita sendiri. Pertukaran inilah yang menjadi tujuan Allah melalui ujian iman kita. Ingatkah Anda akan Musa, yang mengalami ujian iman selama 40 tahun di padang gurun? Setelah ujian iman itu, terjadi pertukaran dalam hidupnya. Ia kembali ke Mesir untuk melaksanakan panggilan Tuhan, dengan kekuatan Allah sendiri di dalam dirinya. Marilah kita setia dalam ujian iman kita masing-masing, agar ketaatan kita menjadi sempurna dan pertukaran itu pun terjadi dengan tuntas dalam hidup kita. Pertanyaan Renungan Minggu, 21 Agustus 2011 MELIHAT KEBENARAN YANG UTUH MELALUI UJIAN IMAN (bagian 4) Bacaan Firman Merenungkan Firman Secara berkala, menurut waktuNya, Allah memang mengizinkan kita untuk mengalami ujian iman yang telah kita alami sebelumnya. Dengan ujian iman yang sama, Allah sedang menunjukkan kepada kita bahwa kemenangan kita bukanlah terjadi karena kesanggupan kita sendiri untuk berubah, namun karena Kristuslah yang telah menjadi hidup kita yang baru. Ialah kekudusan kita, Ialah kebenaran kita, Ialah hikmat kita, Ialah disiplin kita, Ialah sukacita kita. Bukan kesanggupan diri kita sendiri yang menghasilkan semua itu, melainkan Kristus. Setelah menang, kita cenderung lengah dan lupa akan apa yang terjadi. Apalagi jika kita menerima banyak pujian atau tanggapan yang positif atas kesaksian kemenangan kita. Kita mulai berpikir bahwa memang kita mampu berubah. Padahal ini salah. Yang terjadi bukanlah perubahan karena usaha dan kesanggupan kita, namun yang terjadi adalah pertukaran antara hidup kita dengan Kristus. Melalui ujian-ujian iman yang berkala, Tuhan menyadarkan kita bahwa Kristuslah seluruh hidup kita yang baru. Tidak ada satu bagian pun dalam hidup kita yang sanggup menjadi benar atau sempurna jika kita tidak mengizinkan Kristus mengambil alih total seluruh hidup kita. Pertanyaan Renungan |
Total Kunjungan






![]() | Hari ini | 216 |
![]() | Kemarin | 637 |
![]() | Minggu Ini | 3637 |
![]() | Bulan Ini | 16383 |
![]() | Total | 422069 |























