Senin, 24 Oktober 2011
KASIH KARUNIA SEJATI
Bacaan Firman:
1 Petrus 5:12-14
1. Kemungkinan Silwanus adalah nama asli (latin) dari Silas yang menemani Paulus. Apa yang sebenarnya Petrus ingin sampaikan melalui Silwanus kepada pembaca? (ayat 12)
2. Kepada siapa-siapa lagi yang Rasul Petrus ingin sampaikan salamnya? (ayat 13-14).
Renungan Firman:
Penderitaan-penderitaan berat yang dialami oleh gereja pada zaman gereja mula-mula terjadi pada masa pemerintahan kaisar-kaisar yang sebelum ataupun sesudah kaisar Nero. Orang-orang Kristen difitnah, disiksa, dan dibunuh karena nama Yesus. Itulah sebabnya Petrus merasa perlu untuk menasihati dan menguatkan mereka, agar tidak menjadi lemah dan mundur. Inti nasihat Petrus untuk jemaat di daerah-daerah tersebut adalah agar mereka jangan pernah menyerah. Hal apakah yang membuat mereka tetap teguh dan tidak menyerah? Kunci utamanya adalah kasih karunia Allah. Kasih karunia adalah Allah sendiri yang berdiam di dalam kita. Apabila Allah berdiam dan menjadi pelaku di dalam kehidupan kita, maka kita pasti mampu menanggung segala penderitaan. Mengapa? Sebab bukan kita lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. Kristus pasti mampu mengatasi segala penderitaan di dalam kita. Jadi nasihat-nasihat inilah yang membuat gereja mula-mula sangat radikal. Mereka bersedia menderita dan mati bagi Kristus. Justru melalui aniaya-aniaya yang hebat inilah, akhirnya kekristenan berhasil menyebarkan Kerajaan Allah di seluruh kerajaan Romawi.
Selasa, 25 Oktober 2011
KASIH KARUNIA BERLIPAT GANDA
Bacaan Firman:
2 Petrus 1:1-2
1. Dari siapa dan untuk siapakah surat ini ditulis? (ayat 1).
2. Renungkanlah ayat 2 dengan metode PTP (Pertanyaan, Terang, Pedang)
Renungan Firman:
Sekarang kita akan mulai mempelajari suratan Petrus yang kedua. Di dalam suratan Petrus yang pertama, ia menasihati jemaat untuk menghadapi tantangan-tantangan dari luar, yaitu berbagai macam penderitaan. Tetapi dalam suratnya yang kedua, ia menasihati agar mereka berjaga-jaga terhadap tantangan yang berasal dari dalam, yaitu pengajaran-pengajaran sesat yang sangat berbahaya. Pengajaran-pengajaran sesat itu berasal dari filsafat Yunani yang disebut Gnostik. Menurut ajaran ini, keselamatan hanyalah dapat dicapai melalui pencerahan lewat pengetahuan (gnosis), yang hanya diperoleh oleh kelompok (elite) tertentu saja. Pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan yang dipelajari oleh logika oleh orang-orang yang berpendidikan. Di sinilah Petrus mulai mengkontraskan perbedaan keselamatan dan pengetahuan menurut Gnostik dengan yang dianut oleh ajaran Kristus. Kasih karunia keselamatan bukan hanya begitu nyata (1 Petrus 5:12), tetapi kasih karunia tersebut dapat bermultiplikasi (2 Petrus 1:2). Kasih karunia yang kita perlukan untuk hidup dan membangun rumah Tuhan dapat bermultiplikasi oleh pengenalan akan Allah dan Yesus Tuhan kita. Kunci bermultiplikasinya kasih karunia adalah pengenalan akan Allah. Pengenalan ini bukan hanya pengetahuan otak (logika) saja, tapi bentuk pencerahan yang dibukakan oleh Allah. Dari manakah kita mendapatkan pencerahan yang demikian? Ternyata lewat pengenalan akan Allah (Bapa) dan Yesus Tuhan, serta pertolongan kuasa ilahi (Roh Kudus) Nya (2 Petrus 1:3). Jadi, kita hanya akan mendapatkan pencerahan tersebut bila kita mempunyai pengalaman pencerahan dengan Allah Tritunggal. Hubungan Allah Tritunggal ini adalah rumah Allah, tempat Allah berdiam bersama dengan umatNya (Yohanes 17:20-24). Oleh karena itu, semakin kita mengenal Allah di dalam rumahNya, semakin kasih karunia dan damai sejahtera bermultiplikasi di dalam diri kita. Haleluya.
Rabu, 26 Oktober 2011
TELAH MENERIMA KODRAT ILAHI
Bacaan Firman:
2 Petrus 1:3-4
1. Apakah yang telah dianugerahkan kepada kita oleh pengenalan akan Kristus? (ayat 3).
2. Hal-hal apakah yang akan kita peroleh dengan jalan itu? (ayat 4).
Renungan Firman:
Apakah Anda pernah melihat sebuah biji padi? Dalam biji itu telah ada secara komplit segala sesuatu yang berguna untuk menjadi pohon padi yang sempurna, bahkan termasuk kemampuan untuk menghasilkan banyak biji padi lainnya. Inilah yang disebut kodrat. Dalam biji padi itu sudah terkandung kodrat padi yang sempurna. Demikian pula dengan kita. Pada saat kita lahir baru, maka di dalam diri kita telah ada kodrat ilahi, yaitu Kristus yang berdiam di dalam kita. Kodrat ilahi tersebut diimpartasikan pada saat kita pertama kali mengenal Kristus. Kristus di dalam kita adalah kodrat ilahi yang melaluinya kita dapat hidup saleh dan terluput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Jadi, Jika kita telah percaya kepada Kristus, maka kita memiliki segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup seperti Kristus yakni kudus, penuh kasih (buah Roh). Untuk diselamatkan kita tidak perlu diajar dengan pengetahuan-pengetahuan lain seperti yang diajarkan oleh ajaran Gnostik. Kristus adalah segala-galanya yang kita perlukan. Memiliki Kristus saja sudahlah cukup. Kristuslah kodrat ilahi tersebut.
Kamis, 27 Oktober 2011
DISIPLIN-DISIPLIN ROHANI
Bacaan Firman:
2 Petrus 1:5-7
Sebutkanlah 7 hal yang harus ditambahkan kepada iman (ayat 5-7)
1. Ayat 5a : ................................
2. Ayat 5b : ................................
3. Ayat 6a : ................................
4. Ayat 6b : ................................
5. Ayat 6c : ................................
6. Ayat 7a : ................................
7. Ayat 7b : ................................
Renungan Firman:
Ada orang yang berpikir bahwa yang terpenting adalah iman saja. Mereka berpikir bahwa kalau kita telah memiliki iman, maka kita tidak perlu melakukan apapun, sebab segala sesuatu adalah kasih karunia yang otomatis akan terjadi dengan sendirinya. Ternyata, agar kodrat ilahi yaitu Kristus bisa terekspresi lewat hidup kita, maka diperlukan penambahan 7 hal pada iman kita. Jadi kita tidak boleh berhenti hanya sampai mendapat iman lewat pengenalan akan Allah. Diperlukan 7 disiplin rohani untuk mengekspresikan kodrat ilahi kita. Jika demikian, apakah disiplin rohani yang benar? Ada 4 macam pandangan terhadap disiplin rohani. Dari ke-4 macam pandangan itu, muncul 4 macam injil yang lain, yang berbahaya:
1. Disiplin rohani itu tidak perlu, ini namanya Injil Murahan (cheap gospel) (Yudas 1:3-4).
2. Disiplin rohani hanya diperlukan sebagai pernyaratan untuk memperoleh berkat-berkat tertentu (kesembuhan, kekayaan, kesuksesan, dsb.) bukan untuk hidup serupa Kristus (1 Timotius 6:2b-10) = Injil Kemakmuran.
3. Disiplin rohani diperlukan untuk memperoleh dan mempertahankan keselamatan (Roma 3:28; Efesus 2:8-9) = Injil Perbuatan.
4. Disiplin rohani perlu, tapi disesuaikan dengan standar kemampuan saya (2 Timotius 4:2-5; 1 Yohanes 2:8) = Injil Medioker.
Keempat pandangan di atas bukanlah pandangan Alkitab. Disiplin itu diperlukan, tetapi bukan sebagai syarat untuk memperoleh keselamatan dan berkat-berkat, atau untuk mempertahankan keselamatan. Disiplin rohani juga tidak boleh disesuaikan dengan standar kemampuan kita. Disiplin seperti yang diajarkan oleh Dietrich Bon Hoeffer adalah sarana-sarana kasih karunia. Ia berkata: “Berbahagialah orang-orang yang mengetahui bahwa pemuridan (praktek disiplin-disiplin rohani) adalah kehidupan yang terpancar dari kasih karunia, dan kasih karunia artinya pemuridan (praktek disiplin-disiplin rohani)”1. Jadi, boleh dikatakan bahwa disiplin rohani adalah Kristus sendiri menjalankan disiplin-disiplin itu dalam dan melalui kita. Kalau kita benar-benar telah memperoleh kodrat ilahi Kristus, maka kitapun rela dan mampu mengerjakan keselamatan tersebut dengan kekuatan dan kemauan dari Allah (Filipi 2:12-13).
Jum'at, 28 Oktober 2011
DISIPLIN ROHANI MEMBUAT KITA TAK TERSANDUNG
Bacaan Firman:
2 Petrus 1:8-15
1. Apa yang akan terjadi bila kita memiliki 7 disiplin rohani (2 Petrus 1:5-7)? Jawablah setelah membaca ayat 8-11.
2. Oleh sebab itu, hal apakah yang Petrus lakukan kepada jemaat?
a. Ayat 12 ...................................
b. Ayat 13 ...................................
c. Ayat 14-15 ..............................
Renungan Firman:
Jadi disiplin rohani bukanlah syarat untuk memperoleh atau mempertahankan keselamatan. Disiplin rohani adalah bagian dari keselamatan. Contoh: Jika Anda dibelikan sekotak teh kotak, apakah Anda juga sekalian diberikan sebuah sedotan? Pasti. Sebab harga yang dibayar sudah termasuk sedotan tersebut. Nah, apa gunanya sedotan itu? Gunanya adalah sebagai sarana untuk memindahkan cairan teh ke dalam mulut kita. Demikian pula dengan kasih karunia Allah yang diberikan oleh Kristus kepada kita. Kasih karunia yang telah dibayar oleh Kristus adalah kasih karunia yang diberikan berikut sarana-sarana untuk mendatangkannya. Sarana-sarana tersebut adalah disiplin-disiplin rohani. Jadi kalau kita benar-benar memperoleh kasih karunia, maka kita pasti akan bersemangat untuk mempraktekkan disiplin-disiplin rohani. Hanya melalui disiplin-disiplin rohanilah, maka kita akan semakin berhasil dalam pengenalan kita akan Allah. Kita tidak akan kembali hidup di dalam dosa-dosa lama kita. Kita tidak akan pernah tersandung. Oleh sebab itu, pengajaran tentang iman dan disiplin perlu diulang-ulangi terus-menerus. Jadi, Petrus terus-menerus mengulangnya, bahkan setelah wafat pun, Petrus mau memastikan bahwa ada sistem yang perlu dibuat untuk selalu mengingatkan hal-hal tersebut.
Sabtu, 29 Oktober 2011
KEDATANGAN KRISTUS
Bacaan Firman:
2 Petrus 1:16-21
1. Apa yang dikatakan oleh Petrus tentang kedatangan Kristus sebagai Raja? (ayat 16)
2. Bagaimanakah Petrus meyakinkan pembaca, bahwa Kristus benar-benar pernah datang ke dunia? (ayat 17-19).
3. Hal apakah yang perlu diketahui tentang nubuat-nubuat dalam kitab suci? (ayat 20-21)
Renungan Firman:
Untuk membandingkan ajaran Kristus dengan ajaran-ajaran Gnostik, maka Petrus menceritakan bahwa Kristus yang ia beritakan bukanlah dongeng-dongeng isapan jempol manusia. Kristus adalah pribadi yang nyata. Kristus pernah datang dan akan datang lagi dalam kemuliaan-Nya sebagai Raja. Petrus menjelaskan bahwa kedatangan Kristus dalam kemuliaan-Nya itu begitu dahsyat, karena ia pernah melihat kemuliaan Kristus di gunung yang tinggi (Matius 17:1-5). Banyak pengalaman-pengalaman yang dialami Petrus bersama Kristus adalah peristiwa-peristiwa yang telah dinubuatkan oleh para nabi berabad-abad sebelumnya. Para rasul adalah orang-orang yang berhak menafsirkan nubuat-nubuat tersebut dengan pewahyuan yang mereka terima dari Allah. Kita tidak boleh sembarangan menafsirkan nubuat-nubuat menurut kehendak manusia. Kelihatannya Petrus menuliskan hal-hal tersebut karena ada guru-guru palsu yang sembarangan menafsir arti nubuat-nubuat perjanjian lama menurut kehendak dan pemahaman mereka yang telah diselewengkan oleh ajaran Gnostik.
Minggu, 30 Oktober 2011
CIRI-CIRI GURU PALSU
Bacaan Firman:
2 Petrus 2:1-22
1. Apakah ciri-ciri guru palsu menurut Petrus? (ayat 1-21).
2. Siapakah yang diselamatkan oleh Allah dari kebinasaan Sodom dan Gomorah? Siapakah Lot (ayat 6-8). Hal apakah yang mampu dilakukan oleh Allah? (ayat 9).
3. Bila guru-guru palsu ternyata kembali kepada dosa lamanya, apakah artinya? (ayat 22).
Renungan Firman:
Ada orang Kristen yang salah menafsirkan ayat 20-22 sebagai bukti bahwa orang-orang yang telah diselamatkan dapat kehilangan keselamatan bila kembali lagi ke dalam dosa-dosa lamanya. Memang orang benar bisa saja jatuh ke dalam dosa, tetapi orang benar pasti akan bangkit lagi. Yang dimaksud di sini (pasal 2) jelas bukan berbicara tentang orang-orang benar, tetapi adalah tentang guru-guru palsu. Namanya saja guru palsu. Palsu artinya kelihatan seperti asli, tetapi sebenarnya tidak. Guru-guru palsu itu bisa saja mula-mula terpengaruh oleh berita Injil sampai mengalami perubahan. Lalu, mereka mulai meninggalkan dosa dan kebiasaan-kebiasaan buruk mereka. Tetapi, jelaslah bahwa guru-guru palsu bukan merupakan orang benar. Mengapa? Sebab Petrus mengkontraskan mereka dengan Nuh dan Lot, sebagai orang-orang benar. Allah sanggup menyelamatkan orang-orang benar dari kecemaran-kecemaran dunia yang jahat. Jadi, jelas sekali bahwa guru-guru palsu tersebut bukanlah orang benar, tetapi mereka adalah seperti dalam Matius 7:15-23 disebut sebagai serigala berbulu domba. Mereka diluarnya kelihatan seperti orang benar (domba), tapi di dalamnya masih serigala yang belum lahir baru. Perubahan hidup mereka bukan perubahan hidup yang terjadi dari dalam, tetapi di permukaan saja. Itulah sebabnya ketika ajaran palsu datang, mereka dengan gampang menerima, bahkan mengajarkannya pada orang lain. Oleh sebab itulah perubahan hidup mereka tidak bertahan lama. Jadi, cocoklah peribahasa ini, “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.” Jelas mereka belum lahir baru secara sungguh-sungguh. Mengapa? Sebab hakekat mereka masih yang lama. Adalah wajar kalau anjing kembali ke muntahnya dan babi kembali ke kubangannya.
Senin, 31 Oktober 2011
MENGHADAPI HARI TUHAN
Bacaan Firman:
2 Petrus 3:1-18
1. Hal apakah yang dikatakan oleh Petrus tentang hari Tuhan (hari kedatangan Kristus yang kedua kali)? (ayat 1-13).
2. Jadi, bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap hari Tuhan? (ayat 14-18).
a. Ayat 14 ..................................
b. Ayat 15-16 .............................
c. Ayat 17 ..................................
d. Ayat 18 ..................................
Renungan Firman:
Petrus memberi peringatan kepada orang-orang Kristen untuk memahami bahwa sesuai dengan nubuatan-nubuatan maupun ajaran Kristus sendiri, pada akhir jaman akan muncul nabi-nabi dan guru-guru palsu, maupun pengejek-pengejek yang tidak percaya akan kedatangan Kristus. Inilah kedua penyesatan yang harus kita waspadai. Pertama adalah nabi-nabi / guru-guru palsu yang mencoba untuk meramalkan kedatangan Kristus menurut tafsiran mereka sendiri. Mereka akan menggunakan tulisan-tulisan Paulus untuk membuktikan ramalan mereka. Penyesatan kedua adalah berasal dari pengejek-pengejek yang mencoba menggunakan ilmu pengetahuan seperti teori evolusi, arkeologi, sejarah, dan sebagainya, untuk membuktikan bahwa Allah itu tidak ada, dan bahwa nubuat Alkitab tentang hari Tuhan itu tidak ada. Kita harus waspada. Oleh sebab itu, kita perlu hidup di hadapan Tuhan tanpa cacat dan noda. Kita perlu bertumbuh di dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan dan Juru selamat kita, Yesus Kristus.