Saat Teduh BUILD! (Des 2011)

Bahan Saat Teduh 19 - 25 Des 2011

Senin, 19/12/2011

OIKODOMEO DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Bacaan Firman :
Bacalah 1 Korintus 10:31-11:1 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan :
1. Dengan motif apakah seharusnya kita melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari? (1 Korintus 10:31)
2. Mengapa kita melakukan segala sesuatu dengan motif seperti itu? (1 Korintus 10:32-33).
3. Hal apakah yang Paulus inginkan agar jemaat di Korintus lakukan? (1 Korintus 11:1).

Apakah motif kita saat melakukan segala sesuatu dalam kehidupan ini? Ada orang yang melakukan segala sesuatu demi kemanusiaan atau demi kepentingan diri sendiri. Namun, Paulus menjelaskan motif yang lebih tinggi dan mulia, yang seharusnya kita miliki saat melakukan segala sesuatu dalam hidup ini. Seharusnya kita melakukan apapun seperti makan, minum, rekreasi, bekerja dan belajar, kita melakukannya untuk membangun orang lain, bukan menjadi syak (meruntuhkan) orang lain.
Ada 3 jenis orang yang harus diperhatikan: 1. Orang Yahudi (orang “Kristen” yang belum lahir baru). 2. Orang Yunani (orang yang belum percaya). 3. Jemaat Allah (anggota rumah Tuhan). Motif kita saat melakukan segala sesuatu adalah agar orang-orang yang belum percaya dapat diselamatkan, dan jemaat dibangun (oikodomeo, Roma 15:1-3). Paulus berkata bahwa ini adalah suatu teladan yang harus diikuti oleh setiap jemaat, seperti Paulus meneladani Kristus. Inilah prinsip pemuridan. Kita mempraktekkan pemuridan untuk membangun jemaat (rumah Tuhan).

Renungan Firman :
Apakah motivasi dari tindakan Anda dalam melakukan segala sesuatu tiap hari? Jika belum, apa yang akan Anda lakukan?

Selasa, 20/12/2011

OIKODOMEO DAN CARA HIDUP

Bacaan Firman
Bacalah Efesus 4:25-29 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
Bacalah Efesus 4:25-29, temukanlah alasan-alasan (motif-motif) di balik penyingkiran dosa-dosa / kebiasaan-kebiasaan buruk kita (isilah bagian yang kosong):
1. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena __________________________________________________. (ayat 25)
2. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah _______________________. (ayat 26-27).
3. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya _________________________________. (ayat 28)
4. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk _______________________________________________________________(ayat 29).

Jika melihat ayat-ayat di atas, kita dapat memahami bahwa motif hidup kita sebagai manusia baru adalah selalu melakukan kebaikan untuk membangun manusia baru. Siapakah manusia baru tersebut? Manusia baru itu bukanlah manusia individu yang independen, tetapi adalah Kristus dan tubuhNya (Efesus 2:15). Jadi, apapun yang kita lakukan adalah dengan motif untuk membangun manusia baru (Kristus dan tubuhNya).
Mengapa? Sebab maksud Allah adalah untuk menjadikan kita bagian dari tubuhNya. Dan rencana ini telah direncanakan jauh sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:9-23). Maksud ini disebut juga sebagai maksud abadi Allah (Efesus 3:3-11). Orang-orang yang membangun Tubuh Kristus akan menyenangkan Kristus, tapi orang-orang yang merusak tubuh Kristus akan menyakiti tubuhNya. Sebab Kristus dan tubuhNya adalah satu.

Renungan Firman :
Sudahkah Anda membangun Tubuh Kristus atau merusaknya? Apa yang harus Anda lakukan?

Rabu, 21/12/2011

OIKODOMEO DAN KASIH KARUNIA

Bacaan Firman
Bacalah Kisah Para Rasul 20:20, 26-27, 32 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Hal-hal apakah yang Paulus lakukan dan dimanakah Ia melakukan hal-hal itu? (ayat 20).
2. Apakah yang Paulus beritakan terus-menerus (tanpa berhutang) kepada jemaat di Efesus? (ayat 26-27).
3. Setelah itu, hal apakah yang Paulus lakukan sebelum ia meninggalkan jemaat di Efesus? (ayat 32).
Cara Paulus membangun jemaat berbeda dengan kebanyakan cara-cara yang dipakai pada masa kini. Paulus membangun jemaat di Efesus dengan menggunakan waktu yang paling lama, dibandingkan dengan waktu yang dipergunakannya di jemaat-jemaat lain. Hal yang luar biasa di sini adalah setelah membangun dasar jemaat, Paulus meninggalkan jemaat tersebut tanpa gedung ibadah, uang, sekolah Alkitab, Alkitab Perjanjian Baru yang komplit, bahkan di beberapa jemaat belum ada penatua-penatua. Namun yang hebat adalah jemaat-jemaat tersebut terus bertumbuh dengan pesat dan bermultiplikasi.
Lalu, apa rahasianya? Ternyata selama + 3 tahun berada di jemaat Efesus, Paulus hanya mengajarkan dan mempraktekkan satu hal utama di rumah-rumah mereka, yaitu seluruh maksud Allah (ayat 27). Paulus berulang-ulang mengajarkan hal tersebut sampai mereka menangkapnya. Setelah mereka menangkap maksud abadi Allah, maka Paulus menyerahkan mereka kepada Tuhan dan firman kasih karuniaNya yang berkuasa membangun mereka. Akibatnya, mereka terus-menerus mengalami kelimpahan kasih karunia Tuhan.

RENUNGAN FIRMAN:
Apakah Anda sudah menangkap maksud Abadi Allah? Jika belum, hal apakah yang harus Anda lakukan?

Kamis, 22/12/2011

IMAM-IMAM YANG MEMBANGUN

Bacaan Firman
Bacalah Ibrani 13:12-16 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang Yesus lakukan untuk umatNya? (ayat 12).
2. Karena hal tersebut di atas, apa yang harus kita lakukan? (ayat 13). Mengapa? (ayat 14).
3. Sebagai seorang imam, apakah yang harus kita persembahkan senantiasa? (ayat 15-16).

Kristus Yesus mati di kayu salib bukan sekedar untuk mengampuni dosa kita saja, tetapi memberikan kepada kita kota Yerusalem baru, yaitu kota yang akan datang. Kota Yerusalem baru, walaupun baru akan terwujud di masa yang akan datang, namun sekarang mulai dibangun. Siapakah yang bertanggung jawab membangun rumah Tuhan? Imam-imamlah yang bertanggung jawab membangun rumah Tuhan. Cara para imam membangun rumah Tuhan adalah dengan mempersembahkan korban-korban (1 Petrus 2:5-9).
Ada 2 korban yang dipersembahkan oleh imam-imam:
1. Korban syukur
Semakin banyak imam yang mempersembahkan korban syukur, makin kita semua sadar akan hadirat Tuhan di dalam rumahNya. Semakin nyata hadirat Tuhan, semakin nyata ekspresi Kristus melalui rumahNya.

2. Korban perbuatan-perbuatan baik
Kita tidak boleh berhenti sampai memberi korban syukur, tetapi harus berlanjut kepada korban perbuatan-perbuatan baik dan pemberian bantuan kepada sesama. Melalui korban yang kedua, terjadi saling membangun sehingga rumah Tuhan semakin bertumbuh dan berkembang.

Renungan Firman :
Apakah Anda sebagai imam Tuhan sudah mempersembahkan kedua korban di atas? Mengapa?

Jumat, 23/12/2011

IMAM-IMAM DAN RUMAH TUHAN

Bacaan Firman
Bacalah 1 Tawarikh 25:1-6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Siapa yang ditunjuk oleh Daud dan para panglimanya untuk beribadah di rumah dalam Tuhan? (ayat 1).
2. Apakah tugas dari imam-imam yang berasal dari:
a. Anak-anak Asaf (ayat 2) : _____________________________________________
b. Anak-anak Yedutun (ayat 3) : __________________________________________
c. Anak-anak Heman (ayat 4-5) : _________________________________________

3. Hal apakah yang perlu dilakukan oleh mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di dalam rumah Tuhan? (ayat 6)

Sejak tabut perjanjian Allah dipindahkan oleh Daud dari Gibeon ke Sion, maka Daud menempatkan tabut tersebut di bawah tenda (kemah). Di kemah tersebutlah Daud menugaskan 24 tim imam-imam, yang masing-masing tim terdiri dari 12 orang imam, untuk melayani selama 24 jam sehari, selama 40 tahun. Alasan mengapa Daud menugaskan imam-imam selama 24 jam sehari adalah karena ia memahami bahwa hadirat Allah hanya bisa diekspresikan melalui imam-imam. Itulah sebabnya, Daud rindu dengan hadirat Tuhan. Ia mengatur agar selalu ada kelompok imam (12 orang) yang melayani di hadapan tabut perjanjian Allah. Para imam akan bernyanyi, bernubuat dan menyampaikan firman Tuhan. Tanpa Daud sadari, ternyata dia sedang bernubuat ke masa depan, tentang gereja Perjanjian Baru. Oleh sebab itu, dalam Kisah Para Rasul 15:16-18, para rasul dan pemimpin-pemimpin jemaat diingatkan tentang nubuat yang terdapat dalam Amos 9:11-12, bahwa suatu saat Tuhan akan membangun kembali Pondok Daud yang telah roboh.
Jadi, komunitas sel (jemaat dasar) lah yang menggenapi nubuat tersebut. Di dalam komunitas sel, semua orang adalah imam-imam yang saling menyampaikan mazmur, saling bernubuat, dan saling menyampaikan firman. (1 Korintus 14:26).

Renungan Firman :
Apakah Anda sudah menyadari fungsi Anda sebagai imam? Sudahkah Anda terlibat di dalam penggenapan nubuatan Daud tentang jemaat dasar? Mengapa?

Sabtu, 24/12/2011

PEMBANGUNAN RUMAH TUHAN

Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 3:9-10 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Siapakah Paulus itu, dan siapakah jemaat? (ayat 9).
2. Apakah peranan Paulus di dalam pembangunan rumah Allah, dan apa peranan dari setiap orang percaya?
Paulus adalah rasul yang berfungsi sebagai ahli bangunan. Ia berfungsi untuk meletakkan dasar, yaitu Yesus Kristus, sedangkan setiap orang percaya membangun di atasnya. Jadi, setiap orang percaya adalah pembangun rumah Allah. Kita adalah tukang-tukang bangunan sekaligus batu-batu hidupnya.
Kalau profesi rohani kita adalah sebagai tukang bangunan, maka apapun yang kita lakukan dalam hidup ini, tidak boleh terlepas dari membangun rumah Tuhan. Dimanapun kita berada, apapun pekerjaan dan kegiatan hidup kita harus berkaitan dengan pembangunan rumah Tuhan. Banyak orang percaya yang tidak mengerti peranannya sebagai pembangun rumah Tuhan. Itulah sebabnya banyak kehidupan orang percaya yang tidak pernah mencapai kehidupan yang maksimal, karena mereka tidak menjalankan profesinya sebagai tukang bangunan.

Renungan Firman :
Sebagai tukang bangunan, apa peranan Anda di dalam komunitas sel? Apakah wujud hasilnya?

Minggu, 25/12/2011

DASAR YANG KOKOH

Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 3:10-11 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa yang dilakukan oleh seorang rasul di dalam membangun rumah Tuhan? (ayat 10).
2. Di atas dasar apakah rumah Tuhan dibangun? (ayat 11).
Jika kita mau hidup sebagai rumah Tuhan, maka hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah fondasi hidup kita. Hal apakah yang telah menjadi fondasi hidup kita? Kristuslah yang seharusnya menjadi fondasi hidup kita. Apa peranan sebuah fondasi? Fondasilah yang memikul seluruh bangunan. Tanpa fondasi yang kuat, seluruh bangunan akan roboh dan hancur.
Demikian pula hidup kita. Kita tidak akan mampu bertahan dan kokoh apabila tidak menjadikan Kristus sebagai fondasi hidup kita. Artinya, Kristus bukan sekedar manusia, guru, nabi, penolong, Tuhan, dan Raja kita, tetapi Kristus seharusnya menjadi hidup kita (Galatia 2:19-20). Kita perlu bergantung sepenuhnya kepada Kristus setiap saat. Sebab, Ia adalah pelaku hidup kita. Kristuslah yang mengoperasikan hidup kita setiap hari.

Renungan Firman :
Bagaimana cara Anda mengetahui bahwa fondasi hidup Anda adalah Kristus? Hal apakah yang terjadi ketika Anda mengalami kegoncangan?

 
More Articles...

GOD's ETERNAL PURPOSE

Abbalove Monthly Updates

CINTA INDONESIA

  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing
  • Metanoia Publishing