Saat Teduh BUILD! (Feb 2012)
Bahan Saat Teduh 13 - 19 Feb 2012Senin, 13/02/2012 SEORANG MURID BELAJAR SAMPAI TAMAT Bacaan Firman Pertanyaan Renungan Allah Bapa rindu agar kita menjadi serupa seperti Yesus, Firman yang hidup itu. Yesus berkata, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna,"(Matius 5:48). Apakah kita mau menjadi serupa seperti Yesus? Itu PASTI terjadi, sebab kita telah lahir dari benih Firman Allah (1 Petrus 1:23). Kita pasti bisa seperti Yesus. Untuk menjadi seperti Yesus, kita harus: (a). Lahir baru dari benih Yesus (Yohanes 3:1-6). (b). Dimuridkan dan memuridkan orang lain dalam one on one di dalam komunitas (Kolose 1:28-29). Apakah kita sudah dimuridkan di dalam one on one di komunitas? Mengapa kita perlu dimuridkan dalam one on one? Beberapa tokoh yang dimuridkan secara one on one Renungan Firman Selasa, 14/02/2012 IMPARTASI PEMURID KEPADA MURIDNYA Bacaan Firman Pertanyaan perenungan : Untuk bisa mengenal dan mengarahkan orang yang kita muridkan, maka kita sendiri harus menyediakan waktu untuk membangun hubungan dengan orang yang kita muridkan tersebut. Jika kita mengasihi orang yang kita muridkan, maka kita pasti menyediakan waktu yang terbaik bagi dia. Harapan seorang murid adalah agar orang yang dimuridkan menjadi seorang pribadi yang benar-benar mencapai potensi maksimalnya. Paulus adalah seorang pemurid yang menjadi teladan dalam hal memuridkan Timotius. Paulus selalu mengingat Timotius di dalam doanya, entah siang ataupun malam. Paulus sendiri juga mengetahui pertumbuhan iman Timotius, sehingga ia menumpangkan tangan kepada Timotius agar karunia Allah berkobar-kobar di dalam hidup Timotius. Sudahkah kita memuridkan orang yang ada dalam keluarga kita, baik keluarga jasmani maupun rohani. Sudahkah kita menyediakan waktu yang terbaik bagi mereka yang kita muridkan? Adakah kita mendoakan mereka siang dan malam? Sudahkah kita mengetahui pertumbuhan iman mereka kepada Tuhan? Jika belum, maka ambillah waktu untuk melakukannya mulai sekarang. Renungan Firman Rabu, 15/02/2012 Teladan SEORANG PEMURID Bacaan Firman Pertanyaan perenungan : Paulus sebagai pemurid bukan saja rela mengajarkan firman Tuhan kepada Timotius, tetapi juga aplikasi yang harus dijalani dalam hidupnya setiap hari. Timotius harus belajar mengikuti ajaran yang diajarkan oleh pemuridnya. Timotius harus bertindak dengan baik iman yang benar dan membangun karakter yang baik dalam hidupnya. Ia juga harus siap menghadapi penderitaan saat melayani Tuhan. Paulus sebagai seorang pemurid benar-benar memperlengkapi Timotius agar tetap berpegang pada kebenaran yang telah diterima dan diyakininya. Ia harus belajar untuk mengingat orang yang telah mengajarkan kebenaran kepadanya. Jadi, apakah kita sudah melakukan apa yang seharusnya kita ajarkan kepada orang yang kita muridkan? Ingat, teladan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Marilah kita saling mendorong agar cara hidup kita, pendirian, iman, kesabaran, kasih, ketekunan dan respon terhadap penderitaan menjadi teladan bagi orang yang kita muridkan. Mari, kita saling menasihati agar cara hidup kita sama dengan apa yang kita ajarkan, yaitu kebenaran firman Tuhan. Kita perlu saling memotivasi agar lebih giat melakukan perbuatan baik yang akan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan. Renungan Firman: Kamis, 16/02/2012 Perhatian PeMURID kepada MURIDNYA Bacaan Firman Pertanyaan perenungan : Seorang hamba Tuhan pernah berkata bahwa umur panjang ada di tangan Tuhan, tetapi kesehatan ada di tangan kita. Artinya, Tuhan mempercayakan tubuh ini kepada kita untuk dijaga dan dirawat, agar supaya tubuh kita tetap sehat dan bisa melayani Tuhan dengan efektif. Tuhan memberi hikmat kepada kita untuk memelihara tubuh kita lewat makanan bergizi yang kita makan, olah raga teratur yang kita lakukan serta memiliki jam istirahat yang cukup. Ada orang yang terlalu sibuk untuk bekerja atau melayani pekerjaan Tuhan tanpa memperhatikan kondisi tubuh mereka. Bukan hanya itu, mereka juga tidak memperhatikan kondisi rohani mereka karena terlalu sibuk melayani pekerjaan Tuhan. Karena kesibukan tersebut, terkadang mereka hanya memiliki waktu yang sedikit untuk membangun hubungan dengan Tuhan, bahkan mereka bisa melupakan Tuhan yang empunya pelayanan. Jika kita memiliki waktu yang banyak untuk melayani Tuhan lewat Saat Teduh yang kita lakukan, maka kita bisa mendengar suara Tuhan untuk mengetahui kehendak-Nya bagi kita. Karena kita percaya bahwa, jika Tuhan menghendaki kita untuk melakukan kehendak-Nya, maka Tuhan akan menaungi dan melindungi kita lewat kekuatan dari hadirat-Nya. Sebagai pemurid yang baik dan penuh perhatian, Paulus memperhatikan kondisi rohani, jiwa dan tubuh Timotius dengan baik. Kata Paulus, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita,”(1 Tesalonika 5:23). Rerenungan Firman : Jumat, 17/02/2012 Nasihat PEMURID KEPADA MURIDNYA Bacaan Firman Pertanyaan perenungan : Nasihat Paulus kepada Timotius adalah supaya Timotius menjadi kuat oleh kasih karunia Tuhan. Sebab, kasih karunia Tuhan akan memampukan kita untuk menghadapi banyak tantangan. Keselamatan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita adalah gratis, tetapi untuk berjalan di dalam keselamatan kita tersebut, justru Tuhan tidak menjanjikan jalan yang mudah atau jalan hidup yang tanpa tantangan. Tuhan memberikan kepada kita kasih karunia agar kita menang atas tantangan yang ada. Tuhan menyediakan kasih karunia yang berlimpah-limpah bagi kita. Rindukah kita untuk mengalami kasih karunia Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita? Orang yang berjalan di dalam kasih karunia pasti menyenangkan Tuhan. Ingat : (1). Prajurit yang baik berfokus menyenangkan komandan yaitu Tuhan. Rerenungan Firman : Sabtu, 18/02/2012 SIKAP PEMURID MEMBERI PERHATIAN Bacaan Firman Pertanyaan renungan : Seorang pemurid yang baik akan selalu mengingat, mendoakan dan terus memberi perhatian kepada orang yang dimuridkan. Apa saja yang terkandung dalam isi hatinya tercermin dari sikap hidupnya yang terus-menerus menaruh perhatian kepada muridnya dimanapun ia berada. Bukan hanya itu, ia tetap melakukan hal itu meskipun hidupnya masih penuh pergumulan. Bayangkan saja Paulus yang tidak bisa bertemu dengan murid yang dilayaninya, karena ia masih di dalam penjara, tetapi hal itu tidak menghalangi dirinya untuk terus-menerus berhubungan dengan muridnya. Paulus menggunakan sarana yang bisa dipakai untuk terus melakukan pemuridan atau pelayanan. Paulus tetap menulis surat penggembalaan dari penjara. Lalu, bagaimana dengan kita sekarang ini? Apa yang menghalangi kita untuk tidak melayani dan membangun hubungan dengan orang yang kita muridkan? Apakah karena : sibuk, macet, lelah, jauh, dan lain-lain? Pemuridan dimulai dari hati yang mengasihi. Jika kita mengasihi, maka pasti selalu tersedia jalan keluar. Banyak fasilitas yang kita bisa gunakan untuk melakukan pemuridan : telepon, SMS, e-mail, BB, facebook, dsb. Jika kita menyediakan waktu untuk melayani jiwa-jiwa, maka sukacita Tuhan akan dilimpahkan dalam hidup kita. Kata Paulus, “Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku,”(ayat 7). Renungan firman : Minggu, 19/02/2012 PEMURID MEMILIKI ROH YANG LEMAH LEMBUT Bacaan Firman Pertanyaan renungan : Seorang pemurid yang baik pasti memiliki roh yang lemah lembut. Hal ini tampak dari setiap keputusan yang diambil oleh Paulus. Apapun yang dilakukan oleh Paulus sebagai seorang pemurid, bukan berdasarkan haknya sebagai seorang pemurid yang otoriter, tetapi sebagai cerminan dari isi hati Tuhan. Hati seorang pemurid yang lemah lembut adalah hati yang melayani dengan kasih dan dengan cara-cara yang benar. Hati seorang pemurid yang lemah lembut bisa mengetahui bagaimana caranya membimbing orang-orang yang dilayani supaya mencapai potensi maksimal mereka. Paulus melayani Onesimus di dalam penjara. Dan sebagai seorang pemurid, Paulus tentu memiliki hak untuk memutuskan bahwa Onesimus tetap bersama dia di dalam penjara. Maksudnya adalah agar Onesimus bisa melayani dia, tetapi Paulus tidak egois. Sebagai seorang pemurid, Paulus rindu agar Filemon dan Onesimus menemukan fungsi mereka secara maksimal, sehingga mereka dapat bertumbuh di dalam iman. Paulus rela bukan hanya untuk melayani Onesimus sampai pulih dan hidup benar saja, tetapi ia juga bersedia menanggung akibat kesalahan dari Onesimus dalam hal keuangan. Lalu, bagaimana dengan pelayanan kita? Apakah kita sudah melayani jiwa-jiwa dengan maksimal, bukan hanya seluruh hidup kita saja, tetapi termasuk keuangan kita? Ingatlah bahwa Yesus membayar lunas hidup kita dan memberi kita kasih karunia untuk melakukannya. Rindukah Anda mengalami kasih karunia Tuhan? Layanilah jiwa-jiwa yang ada. Renungan firman : |





